MENULIS MERUPAKAN SALAH SATU CARA SUPER DALAM BELAJAR

 

Secara alamiah manusia memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Rasa ingin tahu manusia sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dimana sejak lahir manusia ingin tahu bagaimana cara berbicara, berjalan dan lain sebagainya. Sehingga tidak dipungkiri lagi bahwa manusia pada dasarnya ingin mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya.

Salah satu cara memuaskan rasa ingin tahu manusia yaitu dengan cara belajar. Melalui belajar apa yang tidak atau belum diketahui sebelumnya dapat diketahui dengan baik atau tujuan dari rasa ingin tahu dapat terwujud. Berkaitan dengan belajar itu sendiri Djamarah dan Zain (2010) menjelaskan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Sementara itu, menurut Hilgard & Bowner (1987), belajar sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi dengan karakteristik-karakteristik dari perubahan-perubahan aktifitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecenderungan-kecenderungan reaksi asli,kematangan atau perubahan-perubahan sementara dari organisme.

Dari kedua pengertian tentang belajar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu aktifitas sadar yang ada kaitannya dengan perubahan dalam sisi perilaku yang mengkaver pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang tentunya berdampak pada pemahaman dan pengertian itu sendiri. pemahaman dan pengertian disini berarti suatu kondisi dimana segudang hal yang didapati setelah melalui proses belajar yang boleh dikatakan telah melewati jalan panjang atau hasil yang didapati dari proses belajar.

Aktifitas belajar tentunya melibatkan aktifitas menulis. Menulis tidak sekedar mengambil bolpoin dan menulis diatas kertas, namun menulis memiliki makna yang cukup luas berdasarkan tujuan dan manfaat dari menulis itu sendiri. Secara umum menulis dapat diartikan suatu proses menuangkan gagasan, ide dan pendapat dalam sebuah tulisan. Lebih jauh lagi, Hargrove dan Pottet (1998) menjelaskan bahwa menulis adalah upaya menggambarkan pikiran, ide, perasaan dalam bentuk simbol. Simbol yang dimaksud disini adalah simbol system bahasa penulisan. Bahasa tulisan inilah yang digadang-gadang sebagai media sarana komunikasi.

Judul diatas memiliki makna tersediri dimana menulis adalah salah satu cara super dalam belajar. Pernyataan ini tentunya mengarah kepada metode yang dipakai dalam memahami sesuatu dalam hal ini mempelajari sesuatu. Menggunakan menulis sebagai cara untuk belajar dapat dianalogikan sebagai satu perahu motor yang memiliki dua mesin. Dengan artian saat menulis tentang sesuatu ada dua proses yang terjadi disana yakni proses membaca dan mengingat yang akan memudahkan kita untuk cepat memahami tentang apa yang sementara dipelajari. Contoh praktis dapat diambil pada proses mempelajari kosa kata Bahasa Inggris. Dalam mempelajari kosa kata Bahasa Inggris, pada umumnya ada dua cara yang biasanya dipakai, yaitu:

1.      Menghafal kosa kata secara langsung dari kamus;

2.      Menulis kosa kata dalam kertas lalu dihafalkan.

Jika kita bandingkan kedua cara mempelajari kosa kata Bahasa Inggris tersebut diatas, maka cara yang lebih efektif adalah cara nomor dua, karena ada dua proses yang dilalui disana diantaranya menulis dan menghafal. Jika kita kaitkan dengan judul tulisan diatas maka sudah tentu menulis adalah cara atau metode yang tepat atau metode yang super dalam belajar. Cara atau metode ini tentunya menjadi rekomendasi bagi kita untuk dapat dipakai dalam belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan antara EARTH dan WORLD

PERBEDAAN ANTARA WHOLE DAN ENTIRE